Hampir semua literatur mengatakan bahwa tanaman kopi arabika pertama kali ditemukan di Ethiopia. Kemudian, kopi dipopulerkan menjadi minuman dan disebarkan ke penjuru dunia oleh orang-orang Arab.

Orang-orang Eropa mulai mengenal kopi sekitar abad ke-16 melalui pelabuhan Mocha di Yaman. Mereka mencoba membudidayakan di negerinya sendiri tapi sering kali gagal karena tanaman kopi tidak bisa tumbuh baik di sana. Beberapa negara di Eropa lantas membawa tanaman ini ke daerah lain, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan tanah koloni atau jajahannya.

Sementara asal usul kopi robusta bisa menjadi minuman yang populer tidak lepas dari peran Indonesia. Pada awal abad ke-20, Belanda membawa tanaman asli Afrika ini secara besar-besaran ke Indonesia untuk dibudidayakan.

Pembudidayaan kopi robusta oleh Belanda ini adalah untuk menggantikan arabika yang terserang wabah karat daun atau Hemileia vastatrix. Tanaman arabika sangat rapuh terhadap hama ini, sedangkan robusta memiliki daya tahan yang lebih kuat. Pada saat itu, Indonesia pun sempat menjadi ladang pengekspor kopi terbesar di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *